Tampilkan postingan dengan label Social-Politics-Law. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social-Politics-Law. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2025

Mengapa pemimpin sering melakukan Nepotisme

Tentunya tidak asing ditelinga kita semua bahwa pemimpin kita melakukan Nepotisme. Keluarga, kerabat, serta rekan sejawat mereka dijadikan sebagai pemegang alih badan-badan dibawahnya, tidak etis memang secara akal namun begitulah kenyataannya. Walaupun hal ini telah termaktub dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 yang berisi tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dan Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Nyatanya para pemimpin kita tetap melakukan perbuatan-perbuatan kotor itu dalam masa kepemimpinannya.

Memang faktor ikatan erat kekeluargaan menjadi faktor utama penyebab Nepotisme, hal ini bagaikan belati bermata dua, ikatan keluarga memanglah bagus dan memang seharusnya kita harus dekat dan akur dengan keluarga kita, karena merekalah yang akan pertama kali datang kepada kita disaat kita dalam kesusahan. Namun di sisi lainnya malah menjadi faktor terbentuknya Nepotisme yang nantinya akan merugikan banyak keluarga-keluarga lain di luar sana.

Kata Nepotisme sendiri diambil dari bahasa latin yakni nepos yang berarti keponakan/cucu. Di abad pertengahan banyak Paus dan uskup mengambil janji "chastity" yang membuat mereka tidak punya anak, akhirnya mereka limpahkan kedudukan khusus kepada keponakannya dan menganggap mereka sebagai anak kandung mereka sendiri. 

Di Indonesia sendiri mencuat pada zaman orde baru, bersama dengan korupsi dan kolusi ketiganya dikenal dengan nama KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme), tiga hal tersebutlah yang menjadi pemicu gerakan reformasi tahun 98.

Sudah saya sebutkan bahwa hal utama yang menimbulkan Nepotisme adalah rasa kekeluargaan yang tinggi, sebagai manusia sudah sepatutnya kita janganlah kita terlalu tamak apalagi sampai membuat orang lain kesusahan akibat perbuatan kita. Semua orang punya haknya masing-masing dan semua itu wajib hukumnya itu dipenuhi.

Mengapa lampu merah diciptakan dan alasan orang Indonesia sering melanggarnya

Setiap hari pasti kita akan bertemu dengan lampu merah yang menandakan bahwa kita harus berhenti entah berhenti mengejar ataupun berhenti se...