Ajaran komunis yang dianut oleh Mao Zedong juga tersebar di Indonesia, sebenarnya hubungan kita dengan China telah terjalin sangat lama, yakni dalam urusan perniagaan. Namun mungkin sampai sekarang, tidak sedikit warga Indonesia yang tidak menyukai China bahkan memandang buruk negara tersebut. Ya tentunya kita semua tau, bahwa hal itu karena luka yang amat mendalam yaitu G30S/PKI yang oleh pemerintah disinyalir merupakan gerakan yang dicampur tangani oleh China, terlebih lagi setelah Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.14 tahun 1967. PKI disinyalir oleh pemerintah kala itu telah bekerjasama untuk melakukan kudeta dan memang faktanya pada saat itu PKI memang lebih dekat dengan PKC (Partai Komunis China) di Beijing dibandingkan dengan partai komunis Rusia di Moskow, dan PKI merupakan partai komunis ketiga terbesar setelah PKC dan partai komunis Rusia.
Kemelut G30S/PKI itu menyebabkan peranakan China di Indonesia di hidupnya tak enak. Memang bukan hanya faktor itu yang menjadikan stigma bahwa China dan peranakannya itu buruk, tak dapat dipungkiri bahwa peranakan China biasanya memiliki ketekunan dan keuletan, mereka tak mudah menyerah dalam menggapai apa yang diinginkannya, karena itulah banyak peranakan China yang sukses di Indonesia. Kecemburuan sosial yang dibuat oleh masyarakat kita sendirilah yang menjadikan China dan peranakannya buruk, jikalau kita tau bahwa kita tidak tekun dan ulet seperti mereka hendaknya kita belajar bukannya malah memusuhi, memanglah dia pendatang kita lah tuan rumahnya, namun janganlah iri ketika pendatang itu yang sukses di negeri kita, pendatang itu bekerja keras karena sadar dia sedang tidak di negerinya sendiri, sedangkan kita sebagai tuan rumah malah santai-santai, loyo-loyoan kerjaannya, tidak ada semangat sama sekali, walhasil kita akan kalah dan menjadikan kita terasing walaupun berada di negeri sendiri.